Pagi yang Tak Sekadar Pagi: Sebuah Renungan dari Video Merry Riana
Pernahkah kamu terbangun di pagi hari, menatap langit yang masih pucat, lalu merasa semuanya sama saja—rutinitas, kesibukan, dan rasa lelah yang tak ada habisnya? Saya juga sering begitu. Namun ketika menonton video Merry Riana berjudul “Ketika Kamu Bangun di Pagi Hari (Video Motivasi)”, ada sesuatu yang berubah. Bukan sekadar kata-kata motivasi, melainkan sebuah pengingat sederhana bahwa pagi bukanlah waktu yang harus dilewati, melainkan pintu yang harus disadari.
Video ini dibuka dengan sapaan yang ringan namun menusuk: “Selamat pagi dan semangat pagi!” Awalnya terdengar biasa. Tetapi semakin saya dengar, semakin terasa seperti seseorang benar-benar mengetuk hati saya, seakan berkata, “Hei, ini harimu. Kamu mau melakukan apa dengan itu?” Di titik itu, saya sadar bahwa kalimat sederhana bisa lebih ampuh daripada nasihat panjang.
Yang membuat saya terhanyut adalah cara Merry Riana menyusun kata-kata dalam spoken word-nya. Tidak ada metafora rumit atau teori motivasi yang njelimet. Ia memilih diksi sederhana: pagi, semangat, harapan. Tapi justru kesederhanaan itu yang membuatnya kuat. Setiap kata seperti ditaruh dengan hati-hati, memiliki bobot sendiri, dan bersama-sama mereka menyusun kalimat yang menyalakan bara dalam diri. Saya merasa sedang diajak berbicara, bukan digurui.
Menariknya, video ini tidak menawarkan kisah besar, melainkan fragmen kehidupan sehari-hari. Ia seperti secangkir kopi yang mengepul di meja dapur, tarikan napas pertama setelah bangun tidur, atau sinar matahari yang menyelinap lewat jendela. Hal-hal kecil yang sering kita abaikan, tapi sebenarnya penuh makna. Dan di situlah letak kekuatannya—menyadarkan saya bahwa setiap pagi adalah kesempatan baru, bukan rutinitas yang membosankan.
Sebagai penonton, saya mengalami pergeseran perasaan: dari sekadar mendengar, menjadi merasa terlibat. Saya berhenti sejenak, lalu bertanya pada diri sendiri, Apakah aku benar-benar memanfaatkan pagiku? Refleksi itu datang tidak dengan paksaan, melainkan mengalir lewat nada lembut yang penuh energi positif. Itulah yang membuat video singkat ini meninggalkan bekas: ia tidak menggurui, melainkan membisikkan pengingat yang jujur.
Maka, pagi bagi saya setelah menonton video ini tidak lagi sekadar jam bangun. Ia adalah simbol halaman kosong, hadiah yang bisa saya isi dengan apa pun. Entah itu langkah kecil menuju impian, atau sekadar rasa syukur sederhana karena masih bisa membuka mata. Intinya, pagi bukan waktu yang lewat, melainkan awal yang layak dirayakan.


Komentar
Posting Komentar